5 Fasilitas yang Diperlukan Difabel di Lokasi Wisata

Rekreasi dan travelling memang menjadi hak semua orang tanpa terkecuali, termasuk teman-teman difabel. Ada beberapa macam fasilitas yang diperlukan difabel di tempat-tempat wisata untuk membantu memudahkan aksesibilitas para penyandang disabilitas.

Kehadiran fasilitas penunjang ramah difabel ini akan menunjang kenyamanan dan keamanan wisatawan difabel. Lalu, apa saja sih fasilitas yang harus ada di tempat wisata untuk kaum difabel. Yuk, simak ulasan berikut ini biar kamu makin paham tentang fasilitas yang ramah difabel.

Fasilitas yang Diperlukan Difabel di Lokasi Wisata

1. Ramp

Tempat wisata yang ramah difabel tentunya harus memiliki ramp. Ramp sendiri merupakan jalur khusus dengan kemiringan maksimal 7 derajat untuk memudahkan teman-teman difabel yang menggunakan kursi roda.

Berdasarkan aturan yang diberlakukan dan disepakati, panjang ramp tidak boleh lebih dari 9 meter. Ramp juga harus dilengkapi dengan border di awal atau di akhir ramp. Bordes ini berguna sebagai tempat istirahat sementara bagi pengguna kursi roda.

Permukaan lantai ramp juga harus bertekstur kasar agar teman-teman penyandang disabilitas tidak terpeleset saat ada tumpahan air atau percikan air hujan di lantai ramp. Biar lebih aman lagi, ramp juga harus dilengkapi pencahayaan yang cukup dan pegangan rambatan di sisi kanan dan kirinya.

2. Guiding Block

Selain ramp, fasilitas lain yang wajib ada di lokasi wisata yaitu guiding block atau jalur khusus untuk teman-teman yang memiliki keterbatasan indera penglihatan alias buta. Guiding block ini bisa kamu temukan di trotoar atau jalur khusus difabel yang ada di pusat keramaian atau tempat wisata.

Jalur ini dibuat dengan 2 macam pola yaitu pola garis dan pola bulat. Kedua pola juga memiliki makna tersendiri, lho. Pola garis merupakan tanda untuk jalan terus, sedangkan pola berbentuk bulat merupakan tanda untuk stop atau berhenti.

3. Area Parkir Kendaraan Khusus Difabel

Tempat wisata yang ramah difabel tentu harus mulai mempertimbangkan area parkir kendaraan khusus untuk difabel. Fasilitas ini tentunya sangat membantu aksesibilitas teman-teman difabel yang menggunakan kursi roda atau alat bantu tongkat sehingga tidak perlu berjalan jauh menuju loket.

Jarak maksimum antara area parkir kendaraan dengan pintu masuk idealnya sekitar 60 meter. Tempat parkir khusus difabel juga harus memiliki tanda atau simbol parkir khusus difabel dengan area parkir yang lebih luas untuk memudahkan akses keluar-masuk kendaraan.

4. Loket Tiket Masuk Khusus

Ketika kamu antri tiket di loket masuk sebuah lokasi wisata, kamu pasti sering melihat pagar penghalang di sisi kanan dan kiri, kan? Pagar penghalang atau yang dikenal dengan sebutan barrier ini dibuat agar tidak ada wisatawan yang menyerobot antrian.

Namun, adanya barrier tentu akan menyulitkan wisatawan difabel yang menggunakan kursi roda karena sempit dan berliku. Agar memudahkan ruang gerak dan aksesibilitas teman-teman difabel, maka pihak pengelola tempat wisata harus menyediakan loket khusus untuk difabel.

Loket khusus untuk difabel ini bisa didesain tanpa menggunakan barrier agar ruang gerak lebih bebas dan leluasa. Petugas loket juga sebaiknya memiliki kecakapan khusus dalam berbahasa isyarat untuk memudahkan interaksi dengan wisatawan yang tuli.

5. Toilet Umum Khusus Difabel

Fasilitas ramah difabel selanjutnya yang wajib ada di lokasi wisata yaitu toilet umum khusus difabel. Toilet ramah difabel ini harus memenuhi kriteria dan persyaratan khusus untuk menunjang keamanan dan kenyamanan pengguna yang memiliki keterbatasan fisik.

Sesuai dengan Permen PU Nomor 60 Tahun 2006, toilet khusus difabel harus dilengkapi dengan simbol atau rambu yang menggunakan sistem huruf cetak timbul dengan pintu geser berukuran 1,5 meter agar memudahkan akses keluar-masuk penyandang difabel yang ingin menggunakan toilet.

Ukuran ruangan toilet juga harus lebih luas dari toilet pada umumnya dengan lantai bertekstur kasar agar tidak licin. Toilet khusus difabel juga harus dilengkapi dengan pegangan rambatan di dinding (handrail) dan tombol darurat.

Posisi kloset duduk juga harus memiliki ketinggian yang setara dengan tinggi kursi roda yaitu kisaran 45-50 cm. Tidak hanya itu saja, tata letak kotak tisu, wastafel, shower, dan peralatan toilet lainnya juga harus diperhatikan agar mudah dijangkau teman-teman difabel.

Sekarang kamu sudah tahu fasilitas yang diperlukan difabel di tempat wisata, kan? Dengan adanya fasilitas-fasilitas ramah difabel ini, teman-teman dengan keterbatasan fisik tetap bisa menikmati liburan dengan nyaman dan aman.