Kenali Penyebab dan Cara Mengatasi Diare Pada Bayi Berikut Sebelum Terlambat

MPASI merupakan salah satu awal perjalanan bayi untuk mulai mengenal lebih banyak jenis makanan. Dimana biasanya orang tua sering memberikan jenis makanan instan ataupun homemade yang lebih perlu banyak persiapan. Namun mempersiapkan MPASI bukan saja mengenalkan makanan pada bayi tetapi memberikan tambahan pengetahuan kepada orang tua untuk mengenal si kecil lagi.

Apalagi saat masalah diare, ini seringkali dialami oleh bayi dan balita akibat adaptasi dengan makanan-makanan baru. Terkadang bakteri, virus ataupun parasit ikut masuk akibat si kecil yang belum bisa mengontrol makanan apa saja yang masuk tubuh.

Diare akan menyebabkan buah hati Kamu kehilangan cairan tubuh lebih cepat sehingga menjadi penyebab dehidrasi. Karena saat diare terjadi, saat yang sama pula usus tidak bisa menyerap cairan serta elektronik pada tubuh.

Bila tidak segera diatasi, kondisi ini menyebabkan anak terlihat lemas, bibir kering, mata cekung sampai dengan rewel yang tidak kunjung berhenti. Pertolongan pertama yang terlambat dan penanganan dari dokter yang kurang cepat, tidak menutup kemungkinan diare bisa menyebabkan bayi meninggal dunia.

Sebagai orang tua perlu paham apa yang menjadi penyebab diare pada si kecil, sehingga bisa meminimalisir terjadi pada buah hati. Belum bisa mengontrolnya si kecil terhadap apa saja yang dipegang, yang dimakan sampai yang diminum membuat si kecil lebih rentan terhadap serangan virus, bakteri dan parasit masuk tubuh. Bahkan bisa pula dari makanan yang baru dikenal sejak awal MPASI, bisa hal itu terjadi tentu harus dievaluasi lagi seperti apa menu yang baik bagi si kecil dan mana menu penyebab diare.

Terkadang sebagai orang tua baru masih belum paham apa yang sebenarnya dialami si kecil, seperti diare. Inilah pentingnya kenapa selain paham cara mengatasi diare perlu paham juga penyebab serta gejala awal.

Seperti demam, buang air kecil yang lebih sering, feses yang berwujud cair dan aroma tidak sedap sampai dengan rewel yang membuat anak lemas. Semua hal itu hanya ibu yang paham karena setiap hari bersama si kecil. Sebelum terlambat, pastikan untuk memberikan pertolongan pertama setelah mengetahui tanda awalnya.

Sebenarnya mengatasi masalah diare pada si kecil itu tidak bisa sembarangan, apalagi jika anak masih dibawah 1 tahun. Secara umum ada beberapa hal yang bisa dilakukan seperti:

  1. Bila masih ASI pastikan tidak pernah terlambat dan hindari dehidrasi.
  2. Beri oralit sebagai pereda, saat ini sudah banyak di apotik tetapi harus sesuaikan dengan usia.
  3. Bila si kecil sudah mulai makan, berikan jenis makanan yang tidak mengandung serat tinggi.
  4. Bila minum susu formula ataupun jenis susu lainnya, pastikan kandungannya tidak menyebabkan diare makin parah.
  5. Ganti popok jangan telat untuk menghindari iritasi.
  6. Berikan obat diare yang aman buat si kecil, jika diperlukan gunakan resep dari dokter terpercaya.

Itulah beberapa ulasan mengenai pengertian diare, penyebab, gejala sampai dengan cara mengatasi diare sederhana yang bisa dilakukan. Setelah mengetahui itu semua tidak ada salahnya orang tua mengetahui cara pencegahan diare. Dengan begitu masalah pencernaan tersebut tidak akan dialami oleh si kecil lagi. Seperti membiasakan untuk mencuci tangan sebelum makan, bersihkan mainan yang digunakan, bersihkan lantai tempat si kecil bermain sampai dengan beri vaksin yang sesuai dengan usianya. Diare sebenarnya bukan masalah penyakit kronis, namun hal itu tetap tidak bisa disepelekan orang tua apalagi terjadi pada bayi Kamu.

Kamu juga bisa mengetahui cara mengatasi diare di Diarepedia yang jauh lebih lengkap, dan kamu juga bisa mendapatkan tips atau obat yang bisa membantu untuk mengatasi penyakit diare tersebut, misalnya obat alami seperti daun jambu biji atau obat yang sudah jadi seperti entrostop jika kamu tidak mau ribet  untuk mencari bahan – bahan alami untuk mengobati diare.

Dan akan saya sudahi dulu pembahasan yang ada pada artikel ini mengenai penyakit diare, semoga informasi yang saya berikan di atas bermanfaat dan terima kasih karena sudah membaca artikel ini sampai selesai sampai bertemu di artikel yang akan datang.