Tinjauan Alasan Kenapa Desa Wadas busa Dijadikan Lokasi Penambangan Batu Andesit   

Berita Indonesia update saat ini adalah ramai terdengar tentang kerusuhan di desa Wadas yang menjadi lokasi penambangan batu andesit, oleh proyek Bendungan Bener. Penetapan lokasi ini berada di kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, memang bukan tanpa alasan.

Namun diperkirakan waktu yang diperlukan untuk pembangunan bendungan benanga di desa Wadas adalah 2 sampai 3 tahun.

Pejabat Pembuat Komitmen Bendungan 1 BBWS Serayu Opak Memberikan Keterangan

  1. Yushar Yahya Alfarobi selaku pejabat pembuat komitmen Bendungan 1 BBWS Serayu opak, mengungkap tentang sejumlah faktor kenapa Desa Wadas dipilih sebagai lokasi penambangan. Pada Sabtu 12 Februari 2022, Yushar Yahya Alfarobi mengungkap 3 alasan kenapa Desa Wadas dipilih sebagai lokasi penambangan. Yaitu 1) Desa Wadas memiliki volume batu andesit yang memadai, 2) spesifikasi batuan yang paling cocok adalah berada di desa Wadas 3) jarak Desa Wadas adalah sangat efektif sebagai sumber material untuk pembangunan Bendungan Bener.

Pemerintah dinilai telah melakukan studi panjang. Kenapa Desa Wadas adalah masuk dalam kriteria paling dianggap sesuai untuk penambangan. Yushar mengatakan, Desa Wadas ini hemat saya adalah lokasi yang paling cocok. Pembangunan Bendungan Bener sebenarnya adalah proyek strategis nasional.

Pandangan Pihak Terkait Penambangan Desa Wadas

Sementara Komisi 3 DPR RI juga mempertanyakan tentang kebutuhan batu andesit dari Desa Wadas, untuk proyek bendungan Bener.

Namun sebagian besar warga Desa Wadas menolak penambangan batu andesit di desanya, untuk proyek bendungan.

Selanjutnya diketahui 250 anggota polisi bersenjata lengkap telah ditarik dari Desa Wadas. Terkait hal ini Kapolda Jateng juga membantah, telah mendirikan pos pengamanan.

Keefektifan Desa Wadas Sebagai Lokasi Penambangan

Terdapat 617 bidang atau 114 hektar lahan di Desa Wadas, sebagai tempat penambangan batu andesit yang strategis. Namun secara efektif, lokasi paling strategis di desa Wadas hanya sekitar 60 hektar. Sehingga sisanya bisa dimanfaatkan sebagai wilayah sabuk hijau atau berguna untuk Taman Wisata atau areal bebas di Desa Wadas.

Total batu andesit yang digunakan untuk proyek Bendungan Bener adalah sekitar 15 juta meter kubik. Sementara proses konstruksi bangunan Bendungan, memerlukan 8,5 juta meter kubik batu andesit.

Yushar mengklaim dengan segala perhitungan, maka batu andesit di Desa Wadas tidak akan habis untuk pembangunan Bendungan Bener. Terlebih setelah proyek Bendungan Bener selesai, kegiatan penambangan batu andesit di desa Wadas akan dihentikan.

Selanjutnya bekas areal tambang, bisa dimanfaatkan oleh warga Desa Wadas. Yushar memastikan mengenai top soil atau tanah humus, saat penggalian batu andesit, akan diambil dahulu untuk dialihkan ke tempat lain. Sementara tanah humus akan dikembalikan kembali, pada skema cara kelola dan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat ketika penambangan telah usai.